Sehari sebelum Isra Miraj tahun 2026, pagi menjelang siang. Aku berjalan sendirian, pelan, dibawah rintik hujan Pondok Cabe. Berjalan ke arah yang jarang sekali kutuju, tanpa rencana, tanpa persiapan. Sepanjang jalan, aku memanjatkan doa pada Sang Maha Kuasa pemilik segala, mohon petunjuk dan perlindunganNya. Di kepalaku saat itu terngiang pesan atasanku utk sll jujur dan kasih yg terbaik.
Setelahnya, aku mengirim pesan ke salah satu teman dekatku dikantor. Aku mampir ke meja kerjanya but she wasn’t there, yang kulihat hanya sekotak susu bubuk yang biasa dia minum, dan ternyata dia sedang dinas di luar negeri *proud bestie*.
She called me right away, kami mendiskusikan langkah kaki dibawah gerimis tadi. As always kami selalu mentertawakan cerita kami sendiri dan saling mengumpat satu sama lain, maybe this is our love language.
Di ujung roaming telepon, kami saling menyemangati dan mengingatkan.
Manusia hanya bisa berencana indah, namun Tuhan selalu punya caranya sendiri untuk memberi umatnya tantangan dan ujian.
Allah is the best planner. Leave everything to Him, the best protector and the giver of ease.
To be continued…
Depok, 16 Januari 2026, 11.23pm

Leave a Reply