Sehari sebelum Isra Miraj tahun 2026, pagi menjelang siang. Aku berjalan sendirian, pelan, dibawah rintik hujan Pondok Cabe. Berjalan ke arah yang jarang sekali kutuju, tanpa rencana, tanpa persiapan. Sepanjang jalan, aku memanjatkan doa pada Sang Maha Kuasa pemilik segala, mohon petunjuk dan perlindunganNya. Di kepalaku saat itu terngiang pesan atasanku utk sll jujur dan kasih yg terbaik.
Setelahnya, aku mengirim pesan ke salah satu teman dekatku dikantor. Aku mampir ke meja kerjanya but she wasn’t there, yang kulihat hanya sekotak susu bubuk yang biasa dia minum, dan ternyata dia sedang dinas di luar negeri *proud bestie*.
She called me right away, kami mendiskusikan langkah kaki dibawah gerimis tadi. As always kami selalu mentertawakan cerita kami sendiri dan saling mengumpat satu sama lain, maybe this is our love language.
Di ujung roaming telepon, kami saling menyemangati dan mengingatkan.
Manusia hanya bisa berencana indah, namun Tuhan selalu punya caranya sendiri untuk memberi umatnya tantangan dan ujian.
Allah is the best planner. Leave everything to Him, the best protector and the giver of ease.
October 2025, lumayan mendadak dapet tugas untuk wawancara salah satu LSP Pariwisata di Kota Batam (Big Thanks to Our Boss Pak Andy). Perginya ga sendiri, tapi sama bestieku Kk Ica (Anisa Zahwa Akbara). Dua emak ini langsung heboh begitu beneran ditugasin dinas berdua. Btw setelah kami sadari, ini mungkin pengalaman pertama kami dinas bedua, biasanya ramean. Kami excited nyusun itinerary selama di Batam karena rencana sekalian nyebrang naik kapal ke sg. Kami juga tanya-tanya ke temen yang uda biasa nyebrang ke sg biar ga bingung-bingung amat nyari kapal, Makasi Mba Ay hahaha. Makasi juga Ce Tina yg uda minjemin kartu mrt.
Batam ini spesial buatku karena pertama mahasiswa Pariwisata kami cukup banyak dari Batam, azek, alasan kedua penasaran sama kotanya, ketiga bestieku Fransisca Kika skrg kerja di Batam, terus aku ditugasin Ibu mertua untuk ketemu sama Saudara kami yg skrg tinggal di Batam. Banyak banget dah agenda selama di Batam wkwkwk.
Day one sampe Batam, seperti biasa di Grab langsung merhatiin tata kotanya, liat kanan kiri sepanjang jalan. Tujuan pertama langsung makan, rekomendasi dari saudara kami katanya coba makan sup ikan Yong Kee Istimewa, jaraknya juga ga jauh dari hotel kami, fyi pas kami ke Batam bertepatan sama public holiday Deepavali di Singapore jadi hotel pada penuh, syukurnya kami tetap dapat hotel yang nyaman di Lovina Inn Batam Centre. Setelah sampai hotel, aku langsung janjian ketemu saudara dan diajak ngopi deket hotel. Malemnya janjian sama Kika untuk cobain luti gendang sama mie Terempa. Enakkkk..
Besoknya, aku n Kk Ica langsung siap-siap pergi sarapan di Mentari Kopitiam (rekomendasi Kika), terus lanjut bertugas wawancara LSP Pariwisata, abis itu Bismillah lanjut ke Pelabuhan. Kita lumayan harus sat set waktu itu, karena waktunya mepet dan pelabuhan lebih rame krn Deepavali. Pas sampe tempat wawancara ada sedikit cerita lucu, kita sempet bertanya-tanya apakah kita salah tempat wawancara, karena yang nampak hanya seperti gedung kosong, makin dag dug ser krn Bapaknya yang mau diwawancara belum angkat telepon, wkwkwkwk, bener-bener definisi berpacu dgn waktu. Syukurlah, tempat wawancaranya emang ternyata disitu, dan kantornya di lantai 2 nya (semacam under construction). Beres wawancara, yeayyyy, langsung Grab ke Batam Centre Port.
Dokumentasi kami selama di Batam :
Sampe di SG, rasanya happy banget. Kaya dunia lain padahal jaraknya cuma deket banget dari Batam hehe. Ini kali kedua aku ke Singapore, dulu pernah tapi uda lumayan lama tahun 2015 bareng temen-temen di Bank. Pas sampe kita lanjut naik MRT ke hotel untuk naro barang. Di Singapore ini kami nginap sekitaran Little India, turun MRT ngakak aja ama Kk Ica, bawa-bawa koper sambil baca Map arah ke hotel. Finally dua emak ini bisa sekejap menghibur diri dari rutinitas. Di sg kita coba explore beberapa tempat, kaya Fort Canning Park, Chijmes, Gardens by the Bay, sempet mampir ke Museum apa lupa namanya, ke Merlion, sama kita lebih banyak jalan sambil ngobrol ketawa ketiwi, dan takjub sama negara tetangga yang sebersih, secanggih, setertata itu. Tapi kita tetep bersyukur jadi WNI ya, xi xi xi.
Pas cek ternyata uda hampir 22.000 langkah dalam sehari. Kaki Kaka Ica juga sempet luka dan tragedi soflensnya yg ga nyaman, tapi tetep kece pas dipakee Kk Ica wkwkwk, ngakak, this part was totally the highlight sih Mak!!!! Kita juga belum sempet kulineran disana, makan cuma ngandelin yang ada di jalan, kaya nasi ayam taliwang sama burger. Eh sama aku nemu mesin juice sunkist gitu, asli seger bgt, biarpun kecut. Malemnya kami sempet liat pertunjukkan lampu di Garden by The Bay, dan freee!!! Hari pertama di SG ini, kami pulang cukup larut sampai hotel mungkin jam 11 malem lebih. Masih sempet mandi n ngobrol-ngobrol lagi sampe jam 1 malem.
Day two di SG, kami harus jalan lebih pagi untuk bisa explore, karena siang kami harus balik ke Batam huhuhuuu. Ini foto-foto kami waktu di SG. Look at our happy faces! Biarpun keringetan n keling wkwkwkwk, we’re tired but sooo happy!
Sekian cerita sekejap di Batam dan Singapore dari kami.Hehehee. Maap heboh.
Thanks to Mak Kai aka Kk Ica for all the fun moments, both for work and for traveling. Really enjoyed every second with you. See you on our next trip, Kak Ica. Luv!
Disclaimer : Tulisan ini ditulis oleh teman yang tidak mau disebutkan identitasnya, dititip di web Lita sebagai salah satu sarana informasi. Kalau berminat titip postingan hubungi aku aja, biaya bisa dibicarakan kemudian.
Rasanya aku kacau didalam ruang dan waktu ..
Rasanya aku kacau didalam ruang dan waktu ..
Kalau ada mesin waktu, akan kah kita kembali ke masa lalu untuk bertemu ?
Kalau kita bertemu, apakah bisa aku memenangkan hatimu ?
Kalau aku memenangkan hatimu, mau kah kamu mengunjungi kota tempat tinggalku ?
Kalau kamu ada disitu, mau kah kamu berada diatas motor bersamaku?
Kalau berada diatas motorku, maukah kamu mendengar kisah hidupku ?
Kalau kamu tertarik dengan kisah hidupku, mau kah kamu masuk ke dalam duniaku ?
Kalau ada diduniaku, mau kah kamu menerangi dan merajut kehidupanku ?
Ada beberapa hal yang kamu belum ketahui tentang aku, pernah diposisi seperti apa, memiliki kondisi pemikiran seperti apa, dan melakukan mubazir waktu yang seperti apa. Aku berduka atas segala bencana yang terjadi di pulau swarnadipa, akan tetapi itu tidak sebanding denga kekhawatiranku dengan keadaan hatimu. Biarkan suatu hari aku pergi kesana namun bukan untuk mencicipi beras favoritku di negeri ini, tapi karena hanya aku ingin kesana untuk berbicara denganmu lagi. Apakah kamu menjadi penyebabku terbangun dikala dini hari beberapa waktu belakangan ini, maafkan kalau aku tidur nyaman disetiap malam sedangkan kamu tidak.
Hari semakin dekat, ini bukan sebuah film dan bukan juga sebuah lagu indah yang biasa ku nyanyikan.
I guess she’s gone for good
she don’t call me like I thought she would
she went west to chase her dreams
she took my money but she didn’t take me
why go wander unkown world
stay right here and let the cosmos twirl
blinded by her source of light
I light a flame and say your name into the night
Apakah diluar sana ada yang namanya multiverse? Jikalau ada mungkin bait lagu diatas akan kuacuhkan dan aku bergerak menuju bait lagu selanjutnya meskipun ada didalam lagu yang sama.
I quit my job and packed my car
Left in a hurry and I’ve sure come far
Driving fast with no headlight
I lie awake and say your name into the night
Oh I’ll find a way and say your name into the night
Deket rumahku, ada bakmi GM (Giant Mantap). Ternyata bakulnya mantan pegawai bakmi yg terkenal itu, aku tau karena di warungnya terpampang nyata piagam penghargaan 20 tahun kerja di resto Bakmi G*. Pas aku liat menunya ternyata persis sama dengan bakmi G* tapi harganya lebih murah. Untuk pertama kali makan disana, aku pesan mie ayam yamin komplit. Pas dicoba rasanya persis juga sama rasa bakmi G*, yaiyalah 20 tahun kerja kayanya tutup mata uda apal cara masak n bumbunya apan aja hehehehe. Sakjane aku mau tanya, kenapa Pak akhirnya memutuskan keluar dan apa boleh sama bosnya bikin menu yg rasanya sama persis xixixix, tapi ku urungkan niatku tanya, uda sore takut bete Bapaknya.
Kemarin ga sempat foto, besok klo kesana lagi aku update foto mie ayamnya. Selain mie ayam, ada bihun, kwetiau, pangsit gorengnya juga enak. Range harganya dari 18 rb utk mienya sampe 20 rb an. Map warung Bakmi Giant Mantap https://share.google/ekXCEnqowJoEIEsE4
Disclaimer : Tulisan ini ditulis oleh seorang rekan yang tidak ingin disebutkan namanya
“Pernahkah kamu bertemu dengan seseorang? Namun kamu merasa langsung terikat dengannya? Pernahkah kamu merindukan atas sesuatu yang bahkan sama sekali tidak pernah terjadi di masa lalu?”
Alkisah aku bertemu dengan dirinya pada suatu hari di pertengahan tahun, disebuah jagat maya terpisah jarak mungkin 500kilometer lebih. Aku melihat wajahnya dan aku seketika hanya ingin mendengar dia berbicara, meskipun waktu saat itu terbatas tapi aku berikan ia 180 detik lebih agar aku bisa mendengarnya berbicara lebih lama. Setelah ia kehabisan waktu, maka yang kulakukan adalah mencari tahu tentang dirinya tanpa memperdulikan orang lain yang ada selain dia. Meskipun hari itu berakhir aku masih teringiang-ngiang tentang dirinya, siapa orang tersebut?. Lalu aku mengetahui bahwa temanku berteman baik dengan orang tersebut, dan aku mencoba mempelajari tentang dirinya melalui temanku.
Ternyata dia sedang dalam pergulatan batin atas kehidupannya, dan dalam waktu singkat pula ia harus berpindah ke suatu tempat yang jauh dari tempatnya pada saat ini. Aku tidak tahu harus berkata apa, entah mungkin karena harapku adalah bertemu dengannya atau karena terlanjur mengetahui tantangan besar yang sedang dirinya hadapi saat ini. Sejujurnya sudah lama kukembangkan kemampuan antara memisahkan perasan dan pikiranku, dari dulu hal tersebut bak sebuah zat mercury yang bisa melukaiku perlahan dan mendalam. Akan tetapi aku rasakan secara jujur bahwa aku terlanjur memendam rasa peduli kepada dirinya. Entahlah, apakah karena ia memiliki nama yang sama dengan seorang di masa lalu, ataukah karena ia memiliki wajah dengan seseorang lain di masa lalu. Bolehkah kalau aku berkata bahwa dari tatapan mata dirinya, aku dapat membayangkan kehidupan bersama dirinya?.
Waktu berjalan dan yang kulakukan setelahnya adalah mencari tahu lagi tentang dirinya, namun kali ini temanku lebih banyak bercerita tentang kepribadiannya, kebaikannya, dan betapa ia berhasil membuat bangga keluarganya. Meskipun begitu aku tidak bisa mensampingkan mengenai tantangan besar yang sedang dia hadapi didalam kehidupannya, entah kenapa aku ingin peduli dengan lebih, meskipun kurasa itu tidak baik namun aku ingin tetap meluapkan rasa peduli tersebut dalam bentuk apapun. Aku berikan lirik lagu ketika ia sedang membutuhkan, bahkan pernah juga ia hadir dalam mimpiku dan mengusap kepalanya didalam mimpi karena ia terlihat sedang sedih dan butuh pertolongan. Begitu juga tulisan ini kubuat sebagai bentuk peduli, meskipun aku tidak tahu apakah suatu hari dia akan membaca tulisanku ini.
Aku rasa sikapku ini adalah sebuah abstrak manusia yang hanya tergerak dari hati nurani, atau mungkin dari empati dan rasa peduli? Atau mungkin dari rasa atas kagum kepada dirinya yang seketika membuatku menilai dirinya adalah sesuatu berharga yang wajib mendapatkan kebahagiaan? Entahlah, rasanya seperti aku seperti sedang menjadi sebuah serigala yang ingin berteriak kencang ditengah hutan kala malam dibawah bulan purnama. Yakni mengeluarkan suara untuk ingin terdengar namun juga diwaktu yang bersamaan tidak ingin terdengar oleh siapapun.
Waktu blog ini ditulis, 22 Oktober 2025 entah sudah berapa lama aku delete beberapa aplikasi di hpku, termasuk instagram. Kalau ditanya alasannya sama sebagian orang, jujur aku bingung alasannya apa, biasanya aku cuma jawab “lagi bosen”. Aku juga kasih tau orang-orang terdekatku bahwa aku lagi ga aktif di ig, takutnya mereka kirim pesan disana dan aku gatau heheh.
Aku juga cukup jarang update status di whatsapp, minggu lalu aku posting flyer kegiatan untuk mahasiswa, cukup kaget karena yang kasih “love” banyak, tambah kaget lagi beberapa temen yang uda lama ga kontakan mulai kirim pesan. Mereka tanya keadaan dan kabarku, baik-baik aja kah? sehat kah kok ga ada update apapun.. Pas baca messsage mereka inget banget aku langsung senyum. Langsung aku bales dan nanyain kabar mereka berharap mereka dan keluarganya juga sehat dan baik. Temenku yang wa ini sama-sama Ibu pekerja dan ada anak yang diurus kaya aku. Jadi keinget pas masih masa kuliah sama mereka, ini fotonya pas tahun 2011 di Jogja. Ternyata uda 14 tahun yang lalu..
Akhir-akhir ini aku juga lumayan sering diam, coba berpikir apa yang perlu dan tidak perlu. Nyoba ngajak ngobrol diri sendiri, nyemangatin diri sendiri, kirim doa jg untuk diri sendiri. Mencoba tidak menaruh ekspektasi lebih terhadap apapun. Lakuin yang bikin bahagia, harapannya abis itu bisa bahagiain anak dan keluarga kita. People come and go. Ga ada yang bener-bener abadi di dunia ini. Hidup terus berjalan dengan semua warna warni perubahannya. Terang, gelap, buram, jelas, sedih, nyesek, nangis, terus ngakak lagi, semua bagian dari perjalanan. Kita ga bisa maksain semua hal sesuai sudut pandang kita, kadang perlu mundur dikit atau liat dari sudut pandang lain, belajar banyak memaklumi, walau banyak hal kerasa sulit banget untuk diterima.
Dan kadang… kita perlu kasih space diam bukan karena nyerah, tapi untuk meredam. Buat ngasih waktu supaya semuanya bisa dipikir dengan lebih tenang.
Siapapun yang baca ini dan lagi merasa kecewa bisa coba maknai Surat Al-Baqarah ayat 286.
Haloha, kali ini aku mau review singkat salah satu tempat jajan di Depok mepet Jaksel, tempatnya ga jauh dari Cinere. Jadi beberapa minggu lalu kami bingung mau kemana yang ga terlalu jauh dari rumah, akhirnya cari gelato terdekat muncullah “mamatyagelato” ini. Dari review google ratingnya lumayan, tempatnya juga di dalem perumahan Pangkalan Jati (nanti aku lampirin mapnya). Tempatnya kaya gini :
Disini menunya ada gelato, kopi, pastry, siomay, cuangkie, ayam goreng. Harganya aman ga terlalu mahal, kisaran 15-26 ribuan. Kalau gelatonya ya tergantung ukurannya. Sebelum beli seperti biasa, aku tanyain Mbaknya untuk memastikan, “Mbak ini smuanya homemade? bahannya oke kan” wkwkwk maap ya mba banyak tanya.
Kemarin kita cobain beli gelatonya yang medium (2 flavors) kalau ga salah sekitar 35 ribu, sama cobain cuangkienya seger banget *Maap ga kepoto gelato n cuangkienya. Pas waktu itu kami dateng ga terlalu rame, jadi kalau butuh tempat ngobrol yang tenang dan adem, ini oke banget sih tempatnya. Dear owner mamatyagelato kalau baca web ini tolong angkat aku jadi brand ambasador, email ja di : yulitasuryantari@gmail.com
Tulisan kali ini didedikasikan untuk mereka-mereka yang hadir di alam mimpi sejak 2019. Mereka juga menjadi salah satu alasanku membuat website. Setidaknya ada kenangan yang kutuliskan dan jadi rekam jejak interaksi ini. Entah ini apa, bunga tidur, kerusakan di regenerasi otak, atau ada pesan yang ingin disampaikan, Wallahualam.
Sebenernya ada lumayan banyak, tapi aku akan ceritakan yang hanya aku ingat dan lumayan jelas lihatnya.
Yogyakarta, Idul Fitri Hari Pertama, entah di tahun 2019 atau 2020.
Aku lihat banyak orang tapi transparan berbondong-bondong berjalan dengan rapih, yang paling jelas aku melihat Ibu dan anak perempuannya yang bergandengan tangan. Aku heran mereka mau kemana. Aku coba ikutin ke arah mereka berjalan, ternyata mereka pergi ke sawah yang lapang dan mereka menunggu turunnya cahaya dari langit yang menuju sawah atau tanah lapang tersebut (aku ga yakin itu sawah atau tanah lapang). Aku lihat mereka sangat senang dan bahagia melihat cahaya yang besar dan putih tersebut turun dari langit. Entah itu cahaya apa dan kenapa di hari pertama idul fitri. Dalam pikiranku mungkin cahaya itu seperti cahaya pengampunan dari Tuhan untuk orang-orang yang telah berpulang, tapi ini hanya dugaanku ya.. Lagi-lagi Wallahualam
Yogyakarta, lupa tahun berapa.. kisah tentang anak kecil pakai sarung bawah pohon deket sungai.
Mimpi yang ini lumayan repeat selama beberapa hari dalam seminggu, aku bingung kenapa anak kecil ini pake sarung model ninja-ninjaan dan cm lari-larian di bawah pohon, kayanya pohon bambu, dan dekat sama sungai. Dia terus datang beberapa hari cuma nunjukin hal yang sama, sampai hari ini aku ga paham maksud bocah itu apa..
Ibu2 baju kebaya krem tanpa ekspresi
Yogyakarta, ini lupa juga maap tahunnya tahun berapa. Si Ibu pakai baju krem, entah kaya blouse atau kebaya yang dia pakai, si Ibu ga pakai kerudung, rambutnya cukup hitam, dia hanya berdiri tanpa ekspresi di depan pagar rumahku di Jogja. Walau tanpa ekspresi tapi aku kaya berasa tahu dia pengen ngomong sesuatu, tapi tidak punya kuasa untuk ngomong. Saran dari teman yang waktu itu lumayan bisa “merasakan” cm disuruh bacain doa untuk si Ibu. Abis itu ilang beneran sih, ga hadir lagi di mimpiku.
Lampung 2025
Awal tahun 2025, aku pergi ke Lampung sama temen-temen kantor dan anakku untuk datang di resepsi pernikahan teman kami. Ini kali keduaku berkunjung ke Lampung. Kami nginep di salah satu hotel di pusat kota Lampung, bener-bener ga expect ternyata yang dateng ke aku di alam mimpi banyak banget, yang biasanya cuma satu kisah, ini lebih dari 5 yang dateng. Ada satu entitas yang manipulatif sekali dan feelingku dia memang bukan manusia tapi sebangsa jin. Dia nunjukin tempat asalnya dari salah satu flyover yang aku lewatin di jalanan Lampung, dan berusaha bikin aku down. Sekuat tenaga aku berusaha bilang ke dia kekuatan terbesar itu Allah, Tuhan semua makhluk, dan aku berlindung kepadaNya, sambil doa-doa sebisanya. Kalau Sosok lain lari-larian tapi ga ada yang nyampein apa-apa, cm bentuknya memang aneh-aneh. Waktu kejadian berlangsung, pas kebangun ternyata hotelnya memang mati-matian listriknya, dan kupegang anakku badannya cukup panas, entah dia kena frekuensinya atau memang kecapean, Wallahualam. Cerita Lampung ini cukup membekas sampai sekarang dan lumayan bikin keberanianku naik level.
Sicantik, Mbak-Mbak Muda Gaun Putih.
Bulan puasa tahun 2025, aku dan keluargaku pergi ke Bekasi untuk buka puasa bareng sohib ikribku, Bengkas dan Cici. Lokasinya tahun ini dirumah Bengkas,karena memang sudah lama ga ketemu orang tua Babeng. Cici bawa anak n istrinya juga. Singkat cerita pulangnya memang aga malem, lumayan Jarak dari Bekasi ke Depok, pulangnya kami lewat tol supaya lebih cepet. Pas tidur, dialam mimpi, dateng mbak-mbak langsing cantik muda pakai gaun putih transparan, aku inget beliau pakai iket pinggang juga. Awalnya aku berusaha pura-pura ga lihat karena jujur takut, tapi dia tau kalau aku pura-pura ga lihat dia, yang ada dia makin mendekat jalannya kaya melayang, seperti biasa tanpa ekspresi, tapi tetep keliatan cantik sekali walau pucet, aku langsung batin doa untuk beliau semoga Tuhan memberikan kemudahan untuknya dialam sana, yang ini cukup special menurutku, karena pertama kalinya si Mbak gaun putih ini ngasih kronologi dalam bentuk cuplikan koran, bahwa beliau meninggal karena dibunuh, dari bentuk korannya kayanya tahun 80 an atau 90 an kejadiannya. Tapi karena aku cukup panik, bingung dan koran itu muncul sepersekian detik, aku cuma tau inti paragrafnya aja, tapi untuk nama Mbak dan nama pelaku ternyata otakku ga cukup waktu untuk ingetin nama mereka. Pas kebangun dari tidur rasanya bener-bener nyesel kenapa aku ga berusaha focus inget-inget, siapa tau bisa googling sekarang dan beritanya masih ada.
Dari Juni 2025, mereka belum datang lagi, aku mulai ngerasa rindu sama kisah-kisah unik yang random sekali dari mereka yang tidak ku kenal di kehidupan nyata. Tapi aku mulai sadar sepertinya ada hal yang bikin mereka belum mendekat, aku mungkin diselimuti dosa baru. Mereka hanya hadir Ketika diri ini bersih jiwa dan raga. Wallahualam.
Sebagai penutup, ada satu lagu dari Risa Sarasvati,judulnya Story of Peter, ada bagian lirik yang persis sama kaya yang aku pengen sampein ke mereka :
I don’t know who you are
I don’t know where your from
Give me your hands
Lets find a light
Leave all this behind
And forget the world…
Pernah waktu aku lumayan selo, aku googling yang aku alamin, aku nemu salah satu artikel dari website NU dan website lain (terlampir), kurang lebih seperti ini capturenya:
Wallahualam..
Ditulis Ketika ulang tahunku yg sebenarnya tidak aku rayakan, ku harap teman-temanku yang aku ceritakan diatas bisa tau kalau kisahnya sudah aku dokumentasikan. Aku juga berencana minta tolong orang yang bisa menggambar untuk bikin sketsa mereka, mudah-mudahan bisa terwujud.